MIU Login

Kunjungan Benchmarking Optimasi Infrastruktur dan Arsitektur Jaringan Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya

UIN Sunan Ampel Surabaya Lakukan Benchmarking ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Bahas Optimasi Infrastruktur dan Arsitektur Jaringan Kampus

Malang, 16 Oktober 2025 — Tim Teknologi Informasi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya melakukan kunjungan benchmarking ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangka studi komparatif dan diskusi teknis terkait optimasi infrastruktur jaringan, arsitektur sistem, serta efisiensi pengelolaan layanan digital kampus.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini dibuka oleh Kepala PTIPD UIN Malang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan overview tentang arsitektur jaringan terintegrasi yang saat ini menghubungkan Kampus 1, Kampus 2, Kampus 3, gedung kuliah RKB, dan Rumah Sakit Karsa Husada melalui konektivitas fiber optik dengan topologi terpusat.

“Infrastruktur jaringan di UIN Malang saat ini dirancang untuk mendukung kebutuhan akademik, administrasi, dan riset dengan pendekatan high availability serta redundansi antarsegmen. Kami juga mengimplementasikan sistem monitoring real-time untuk memastikan kinerja bandwidth dan kestabilan koneksi di seluruh titik akses,”.

Dalam sesi paparan teknis, tim UIN Malang menjelaskan bahwa sistem jaringan menggunakan dua penyedia layanan internet (ISP) dengan skema utama dan cadangan (redundant link) guna memastikan resiliensi dan failover otomatis apabila terjadi gangguan koneksi.
Sejak 2024, UIN Malang telah mengimplementasikan kebijakan mix traffic global dan lokal, di mana seluruh trafik dioptimalkan melalui mekanisme routing adaptif dan load balancing, sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan bandwidth dan menurunkan latensi akses.

Dari pihak UIN Sunan Ampel Surabaya, kepala tim PUSTIPD, Teguh, memaparkan implementasi arsitektur jaringan mereka yang berbeda dengan UIN Malang. Mereka (UIN Sunan Ampel) menggunakan distribusi bandwidth yang turun di masing-masing kampus (kampus 1 dan kampus 2) dengan provider yang berbeda.
UINSA juga menerapkan pendekatan multi-vendor access point (antara lain Alcatel dan Huawei), hasil dari beberapa program hibah, dengan kebijakan standardisasi perangkat per gedung untuk menjaga konsistensi layanan Wi-Fi.

Selain itu, UINSA saat ini telah mengadopsi layanan cloud computing berbasis AWS (Amazon Web Services) yang mencakup pengelolaan 10 instance server, Web Application Firewall (WAF), dan sistem keamanan terintegrasi lainnya. Solusi berbasis cloud tersebut dimanfaatkan untuk mendukung aplikasi akademik, repositori digital, serta layanan sistem informasi kampus dengan keamanan dan skalabilitas tinggi.

Diskusi antara kedua tim berlangsung dinamis, membahas sejumlah aspek teknis seperti:

  1. Segmentasi VLAN dan isolasi trafik antarunit kerja,
  2. Strategi failover ISP dan manajemen redundansi jaringan,
  3. Optimasi throughput dan monitoring performa jaringan,
  4. Integrasi cloud dan data center kampus, serta

Penerapan kebijakan keamanan jaringan berbasis Zero Trust dan IDS/IPS layer.

Kegiatan benchmarking diakhiri dengan sesi tanya jawab serta rencana tindak lanjut berupa kolaborasi teknis dalam bidang pengembangan network operation center (NOC), peningkatan keamanan siber, dan penerapan hybrid cloud architecture antar dua universitas.

Berita Terkait