MIU Login

UIN Malang Tambah Kapasitas SSD untuk Tingkatkan Performa Data Center Kampus

Malang – Dalam upaya menjaga performa layanan digital kampus dan menjawab tantangan infrastruktur data center yang terus berkembang, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) melaksanakan kegiatan pengadaan SSD (Solid State Drive) storage berkapasitas tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Agustus  2024.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas insiden kegagalan perangkat storage Lenovo V3700 yang digunakan dalam sistem produksi server kampus. Pada 19 Juni 2024, sistem storage tersebut mengalami error pada bagian canister bay kiri, dan meskipun telah dilakukan berbagai upaya perbaikan, gangguan tidak dapat diatasi karena usia perangkat yang sudah lebih dari 8 tahun dan keterbatasan dukungan dari vendor (end of sales).

Untuk menghindari kerusakan lanjutan dan potensi kehilangan data, tim PTIPD segera memigrasikan seluruh virtual machine (VM) ke dua storage lain yaitu IBM V5000 dan Dell EMC ME4024. Namun, konsekuensinya adalah penurunan performa layanan karena beban kerja yang menumpuk dan kapasitas disk yang semakin menipis.

“Kondisi ini sangat riskan jika terus berlanjut, terutama saat kampus menghadapi beban tinggi seperti pelaksanaan KRS, akreditasi, atau ujian berbasis sistem,” ujar Ainur Rahmawati, S.Kom selaku koordinator infrastruktur data center UIN Malang.

Teknologi SSD dipilih karena kemampuannya dalam menangani IOPS (Input/Output Per Second) yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hard disk konvensional (HDD). SSD memungkinkan akses data lebih cepat, reliabilitas lebih tinggi, dan sangat cocok untuk aplikasi seperti layanan basis data, sistem informasi akademik, dan akses website institusi yang memerlukan kecepatan baca/tulis tinggi.

Sebanyak 16 keping SSD berkapasitas total 25  TB dengan teknologi SAS 24Gbps akan dipasang ke storage Dell EMC ME4024 yang masih memiliki slot ekspansi yang tersedia. Nantinya, SSD ini akan dikonfigurasi dalam mode RAID10, menghasilkan total kapasitas partisi sebesar 12,8 TB yang akan digunakan untuk mendukung kinerja server utama kampus.

Proyek ini tidak hanya penting bagi keberlangsungan layanan digital kampus, namun juga berdampak langsung bagi lebih dari 21.000 pengguna aktif, yang terdiri dari sekitar 2.000 dosen dan tenaga kependidikan serta 19.000 mahasiswa. Layanan seperti e-learning, sistem informasi akademik, cloud penyimpanan internal, serta aplikasi keuangan dan kepegawaian sangat bergantung pada performa sistem storage yang stabil dan andal.

Penguatan infrastruktur penyimpanan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Malang dalam membangun Smart Campus yang modern dan resilien. Langkah ini juga selaras dengan standar pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU) dan visi kampus dalam meningkatkan mutu pelayanan berbasis teknologi.

“Outcome dari proyek ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga menjamin ketersediaan layanan dan integritas data kampus di masa depan,” pungkas Abid.

Berita Terkait