Malang – Dalam upaya meningkatkan keandalan dan keamanan infrastruktur digital kampus, Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah melengkapi fasilitas Data Center dengan sistem pemadam kebakaran otomatis berbasis gas FM200. Pemasangan sistem ini dilakukan pada bulan Mei 2023 sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko bencana yang berpotensi mengganggu layanan digital kampus.
Sebagai jantung dari layanan teknologi informasi, Data Center memiliki peran sangat krusial. Di dalamnya tersimpan berbagai sistem komputasi vital, seperti server, perangkat jaringan, penyimpanan data (storage), serta sistem kelistrikan seperti UPS dan pendingin ruangan. Layanan ini dituntut untuk selalu aktif 24 jam sehari, 7 hari seminggu tanpa henti. Oleh karena itu, segala bentuk ancaman yang berpotensi menyebabkan gangguan, termasuk kebakaran, harus dapat diantisipasi sedini mungkin.
Risiko Kebakaran: Ancaman Nyata di Lingkungan Data Center
Kebakaran menjadi salah satu risiko tertinggi dalam pengelolaan fasilitas data center. Banyaknya perangkat elektronik yang beroperasi secara simultan dan terus-menerus, serta kompleksitas instalasi listrik di dalamnya, menimbulkan potensi hubungan pendek (short circuit) yang bisa memicu percikan api. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, kebakaran kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan fatal hingga kehilangan data.
Teknologi FM200: Cepat, Bersih, dan Aman untuk Elektronik
PTIPD memilih sistem pemadam berbasis gas FM200 karena keunggulannya yang telah diakui secara internasional sebagai solusi pemadam ideal untuk lingkungan sensitif seperti data center. FM200 (Heptafluoropropane) merupakan clean agent gas, artinya tidak meninggalkan residu setelah digunakan. Ini sangat penting untuk melindungi perangkat elektronik yang sensitif, karena cairan atau serbuk dari sistem pemadam konvensional dapat merusak komponen internal server dan perangkat lainnya.
Sistem ini bekerja secara otomatis. Ketika sensor mendeteksi suhu tinggi atau asap di dalam ruang data center, sistem langsung mengaktifkan pelepasan gas FM200 ke seluruh ruangan dalam hitungan detik. Gas ini memadamkan api dengan menyerap panas dan mengganggu reaksi kimia pada proses pembakaran, tanpa mengurangi kadar oksigen di ruangan, sehingga tetap aman bagi manusia yang mungkin berada di lokasi saat sistem aktif.
Menurut NFPA 2001, standar internasional untuk sistem pemadam kebakaran berbasis clean agent, FM200 terbukti efektif memadamkan api dalam waktu kurang dari 10 detik, tanpa menimbulkan bahaya terhadap manusia maupun merusak properti elektronik. Teknologi ini juga telah menjadi syarat minimum untuk fasilitas data center dengan standar Tier III dan Tier IV.
Langkah Antisipatif untuk Menjamin Layanan 24/7
Dengan adanya sistem FM200 ini, PTIPD semakin memperkuat jaminan ketersediaan layanan digital kampus. Risiko kehilangan data, kerusakan infrastruktur, hingga downtime layanan akibat insiden kebakaran kini dapat diminimalkan. Ini juga menjadi bagian dari upaya menyongsong transformasi digital kampus secara menyeluruh, di mana ketergantungan pada layanan berbasis data dan cloud semakin tinggi.
Menuju Data Center yang Tangguh dan Andal
Pemasangan FM200 di Data Center UIN Maliki Malang bukan hanya soal kepatuhan terhadap standar keamanan, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang dalam membangun infrastruktur TI yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi segala bentuk gangguan operasional.
Dengan sistem proteksi aktif ini, PTIPD membuktikan komitmennya sebagai penjaga utama keberlangsungan layanan digital kampus. Sebuah langkah senyap namun sangat vital demi memastikan seluruh sivitas akademika tetap dapat belajar, mengakses informasi, dan berinovasi tanpa gangguan.





