MALANG – Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) bersama Bagian Umum Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar agenda Requirement Gathering pada hari ini, Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting PTIPD ini dilakukan bersama Eduramind selaku vendor, guna membahas rencana pengembangan aplikasi pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang lebih terintegrasi.
Langkah ini diambil sebagai komitmen universitas untuk melakukan modernisasi tata kelola sarana prasarana serta mendigitalisasi proses bisnis internal demi efisiensi kinerja institusi.
Dalam pertemuan intensif tersebut, pembahasan difokuskan pada pemetaan alur kerja dan sistem yang saat ini sedang berjalan. Ada tiga poin utama yang menjadi garis besar diskusi, antara lain:
- Sinkronisasi Aplikasi Existing: Bagian Umum memaparkan platform regulasi operasional yang saat ini digunakan untuk pengelolaan aset negara, seperti aplikasi SAKTI dan MyIntress milik Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Aplikasi baru yang akan dikembangkan nantinya diharapkan dapat berjalan selaras dengan sistem wajib tersebut.
- Bedah Operasional Pengelolaan Aset: Tim Bagian Umum menjelaskan secara detail bagaimana siklus tata kelola BMN yang berjalan saat ini di lingkungan UIN Malang, mulai dari pendataan, distribusi, pemeliharaan, hingga pelaporan.
- Analisis Kebutuhan oleh Eduramind: Tim ahli dari Eduramind secara aktif menggali, memahami, dan menganalisa titik-titik krusial (pain points) serta kebutuhan spesifik dari para pengelola aset di lapangan agar sistem yang dibangun benar-benar tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, tim Eduramind akan melakukan analisis mendalam berdasarkan data yang telah dihimpun untuk menyusun blueprint serta prototype aplikasi pengelolaan BMN yang akan dibuat.
Melalui pengembangan aplikasi ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus membuktikan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola administrasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi mutakhir.





